Tak Terasa 7 Tahun Telah Berlalu


Sobat Dukun Ban Semuanya, waktu berjalan dengan begitu cepat, hampir-hampir saya sendiri tidak percaya dengan apa yang saya alami, ternyata sudah lebih dari 7 tahun telah berlalu. 7 tahun lebih saya lalui hari demi hari bergelut dan berhubungan dengan benda bulat, keras, lentur dan berwarna hitam, dimana benda tersebut merupakan salah satu komponen penting dari kendaraan, entah itu kendaraan jenis sepeda motor atupun mobil.

Saya sangat yakin, anda semua tentu sudah tahu benda apa yang saya maksudkan, yups ...!! Betul sekali benda tersebut adalah ban, dimana saya sendiri adalah seorang yang hampir setiap harinya selalu berurusan dengan benda yang berbentuk bulat berwarna hitam ini dan menyandang gelar kebesaran sebagai tukang tambal ban atau boleh juga dipanggil dengan sebutan Dukun Ban.


Sobat semuanya, menjadi seorang tukang tambal ban, sebenarnya bukan pilihan bagi saya, andai saja pada waktu pertama kali saya menginjakan kaki di dalam rimba pertambalan ban, dan saya ditanya apakah memang memilih untuk menekuni profesi ini, tentu saat itu saya akan menjawab tidak, karena pastinya setiap orang mengharapkan bisa bekerja ditempat yang bagus dengan penghasilan yang waaaah, begitu juga dengan saya.

Namun karena suatu keadaan, dimana saat itu boleh dibilang cukup sulit mencari lapangan pekerjaan dengan bermodalkan ijazah SMK, akhirnya saya memilih untuk belajar cara-cara menambal ban, agar setidaknya saya memiliki ketrampilan, sekaligus sambil menunggu apabila ada informasi mengenai lowongan pekerjaan yang sekirannya sesuai dengan ijzah saya yang hanya tamatan SMK.

Berawal dari sekedar coba-coba, tapi akhirnya malah saya menjadi tertarik dan ingin lebih serius menekuni profesi ini, karena bisa dibilang usaha bengkel tambal ban semakin kedepan memiliki peluang yang cukup bagus, dimana dari waktu ke waktu jumlah kendaraan akan terus mengalami peningkatan dan berkembang dengan pesat, sehingga tidak menutup kemungkinan semakin kedepan akan semakin banyak pengguna kendaraan yang membutuhkan jasa dari seorang tukang tambal ban seperti saya.

Hari demi hari terus berlalu dan waktupun terus berjalan dengan cepat, tanpa terasa sedikit demi sedikit ketrampilan saya dalam menambal ban semakin terlatih dan sayapun menjadi terbiasa melakukan pekerjaan ini, hingga akhirnya saya memutuskan untuk mulai belajar mandiri dengan mencoba membuka usaha bengkel tambal ban sendiri. Dimana tadinya saya hanya bekerja paruh waktu di bengkel tambal ban milik orang tua yang dikelola orang lain, tapi mulai saat itu saya belajar berdiri sendiri untuk mengelola dan menjalankan usaha bengkel tambal ban sendiri.

Sedari saya mulai mengenal dan belajar sesuatu yang berhubungan dengan benda berbentuk bulat berwana hitam salah satu komponen penting dari kendaraan yang biasa disebut dengan nama ban, sampai saat ini tak terasa ternyata sudah lebih dari 7 tahun telah berlalu, padahal bagi saya sendiri rasanya baru seperti kemarin. Dimana saat itu saya masih bujangan, tapi sekarang alhamdulilah saya sudah berkeluarga dan dikaruniai 2 orang putra.

7 tahun sebenarnya bisa dikatakan waktu yang terbilang cukup lama, karena selama 7 tahun perjalanan saya menapakan kaki malang melintang di dalam rimba pertambalan ban, ada banyak sekali hal-hal dan kejadian yang telah saya alami, entah itu kejadian menyenangkan ataupun tidak, pastinya selama 7 tahun menjadi tukang tambal ban banyak suka dan duka yang telah saya lewati.

Pertama kali saya memulai usaha tambal ban, boleh dibilang adalah masa-masa sulit dalam perjalanan saya menekuni profesi ini, karena waktu itu belum banyak orang yang mengenal saya, dimana saat itu saya masih bisa dikatakan tukang tambal ban ajar-ajaran atau bahasa gaulnya adalah tukang tambal ban pemula.

Jangankan memiliki pelanggan tetap, bahkan pengguna kendaraan yang waktu itu lewat di depan bengkel saya dengan kondisi bannya bocor, tapi mereka tidak melirik ataupun mampir ke tempat saya untuk menambalkan ban kendaraannya, tapi memilih mencari bengkel tambal ban lain, karena memang waktu itu masih banyak pengguna kendaraan atau pelanggan yang meragukan kemampuan dan ketrampilan saya.

Mungkin kebanyakan dari mereka tidak yakin dan takut kalo menambalkan ban di tempat saya, akan mudah jebol, tidak kuat,  tidak tahan lama dan akan bocor lagi di tempat yang sama. Maklumlah namanya juga masih baru, pasti akan dilihat orang, kemampuan dan ketrampilan saya tidak bisa diandalkan, dimana-mana yang namanya pemula, memang masih kurang pengalaman.

Tapi kondisi seperti ini tidak membuat saya menyerah dan berputus asa, karena saya yakin bahwa setiap usaha dan kerja keras yang kita lakukan pasti suatu saat akan membuahkan hasil dan kitapun bisa menikmati hasilnya, meski dalam satu bulan pertama saya menjalankan usaha ini lebih banyak nganggur alias tidak ada pekerjaan atau tidak ada satupun pelanggan yang mampir ke bengkel saya, entah itu sekedar untuk menambah angin ban kendaraannya.

Sehingga terkadang untuk sekedar biaya kebutuhan sehari-hari terpakas saya harus ngutang dulu di warung sebelah. Alhamdulilah saya sangat bersyukur karena dari waktu ke waktu mulai terasa ada perubahan pada usaha bengkel tambal ban milik dan artinya apa yang saya usahakan selama ini mulai membuahkan hasil. Jika dulu terkadang seharian saya menunggu namun tidak ada satupun pelanggan yang mampir ke bengkel saya.

Tapi sekarang setidaknya kondisinya sudah sedikit berubah dan terkadang saat berlibur dirumah, saya harus mematikan Hp, karena ada saja pelanggan yang menghubungi saya, meski mereka sudah tahu bengkel sedang tutup ataupun saat itu saya sedang libur, namun demi menjaga pelanggan,  selama saya ada dirumah dan tidak ada kesibukan lain, mereka tetap saya layani, meski setelah selesai melayani mereka bengkel saya tutup lagi.

Selain saya harus berusaha untuk mencari dan mendapatkan pelanggan tetap, disaat-saat awal saya memulai usaha bengkel tambal ban, pada waktu itu tempat atau lokasi yang saya gunakan untuk membuka usaha tambal ban masih ngontrak, alias milik orang lain, dan alhamdulilah biarpun secuil alias tidak terlalu luas tempatnya, sekarang sudah bisa menjadi milik sendiri dan tidak perlu ngontrak lagi.

Hal yang paling membuat saya selalu merasa bersyukur selama 7 tahun menjalani profesi sebagai seorang tukang tambal ban, karena dari pekerjaan ini saya bisa menafkahi keluarga saya, selain itu melalui usaha bengkel tambal ban saya bisa menggunakan ketrampilan dan keahlian saya untuk menolong orang lain yang membutuhkan bantuan saya, terutama mereka para pengguna kendaraan yang tiba-tiba ban kendaraannya bocor sewaktu dalam perjalanan.


Postingan terkait:

13 Tanggapan untuk "Tak Terasa 7 Tahun Telah Berlalu"

  1. perkembangan yang mantap sekali mas sampai di telepon2.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulilah, sekarang sudah ada perubahan dari pada saat pertama kali membuka usaha ini

      Delete
  2. Kendala terberat ketika mau usaha memang diawal awal merintis karena orang belum mengenal kita jadi masih ragu ragu.Sukses terus bisnisnya mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang benar saat-saat awal kita merintis sebuah usah diperlukan perjuangan dan kerja keras serta pantang menyerah

      Delete
  3. sudah lama tidak berkunjung di sini. setiap usaha memabwa tatangan dan hasil sendiri ya mas. alhamdulillah mas sukses terus

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul gan setiap tantangan, akan membuat kita berfikir lebih dewasa

      Delete
  4. Sebuah pekerjaan bila dilakukan dengan kesenangan memang tidak terasa ya mas, skses selalu deh buat Mas Poniran. Ngomong-ngomong koment saya yg kemarin kok hilang ya,? :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu gara-gara saya bukanya pakai hp mas, jadi gak sengaja terhapus mas,hehehe, memang mas pekerjaan yang dilakukan dengan rasa suka, akan terasa lebih ringan dan menyenangkan

      Delete
  5. wah ternyata ma poniran sudah cukup lama juga menekuni pekerjaan ini ya.pantesan ilmu seputar ban sudah banyak banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lumayan lama mas, sudah lebih dari 7 tahun, dan sudah banyak kenangan-kenangan yang saya lewati

      Delete
  6. yang namanya kerja keras memang tidak pernah menghkhianati yah mas?
    trnyata bisnis didunia nyata dengan bisnis didunia maya itu tidak jauh berbeda yah, sama2 butuh pengorbanan..
    kyak blog saya yg tadinya ngga ada pengunjung sama sekali, skrang sudah lumayan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas asalkan kita gak menyerah di tengah jalan maka usaha dan kerja keras kita pasti akan ada hasilnya

      Delete
  7. Saya sgt senang membaca artikel dr mas poniran, dgn ini bsa menjadi pengetahuan bgi saya, karna saya jga berniat mebuka usaha tmbal ban,tpi saya masih pemula dn blm banyak pengetahuan namun dibalik itu niat saya sangat kuat.

    ReplyDelete