Manfaat Bekas Ban Dalam Sepeda Motor,


Sobat semuanya dimanapun anda berada, saya berharap semoga saja selalu dalam keadaan sehat tanpa kurang suatu apapun, amin. Sering kita jumpai ada begitu banyak barang-barang bekas disekitar kita yang sudah tidak terpakai dan tidak bisa digunakan kembali untuk fungsi yang sama.

Salah satu contoh barang bekas yang mungkin tidak bisa digunakan kembali dengan fungsi sama adalah ban dalam sepada motor. Jika ban tersebut sudah terlalu banyak tambalannya atau bocor karena sobek, terkena paku yang menyebabkan ban tersebut tidak bisa ditambal, mau tidak mau kita harus menggantinya dengan ban yang baru, alasanya demi kenyamanan dan keamanan saat berkendara.

Ban dalam yang sudah terlalu banyak tambalannya tentu kurang layak jika digunakan kembali, karena kualitas dan daya tahannya sudah menurun, sehingga ban tersebut mudah sekali bocor dan membuat anda menjadi tidak nyaman saat berkendara.

Namun tahukah anda bahwa ban dalam bekas yang sudah tidak layak pakai dan tidak dapat digunakan kembali, dengan sedikit kreatifitas bisa dimanfaatkan dan diolah menjadi barang yang lebih bermanfaat, berguna dan memiliki nilai jual lebih tinggi dari pada sebelumnya.

Dan tentunya pengolahan ban dalam bekas tersebut bisa dijadikan sebagai salah satu peluang usaha, apabila anda berniat menekuninya.



Ban dalam bekas sepada motor, biasanya digunakan oleh orang-orang sebagai tali untuk mengikat sesuatu, karena memang lebih kuat dan lebih kencang mengikat sesuatu menggunakan karet dari pada menggunakan rafia atau tali lainnya.

Seperti saya katakan diatas dengan sedikit kreatifitas, ban dalam  bekas tersebut bisa dioalah menjadi barang yang lebih bermanfaat dan lebih berguna dari pada sekedar digunakan untuk tali. Yaitu dengan cara mengolahnya menjadi selendang ban atau Sliwer bahasa kerennya dalam dunia pertambalan ban.

Bagi para supir atau pengguna kendaraan besar, tentu saja mereka sudah tidak asing dengan sliwer, karena memang sliwer atau selendang ban biasanya digunakan pada kendaraan-kendaraan besar seperti truck, bus atau yang lainnya.

Tapi selain digunakan pada kendaran-kendaraan besar, sliwer bisa juga digunakan pada kendaran-kendaraan kecil seperti L-300, Colt SS, atau kendaraan kecil lainnya, dengan tujuan sebagai pengaman.

Fungsi utama sliwer adalah untuk pengaman atau pelindung, agar ban dalam tidak mudah bocor terkena manas dari velg. Karena saat kendaraan melakukan perjalanan jauh dengan muatan berat otomatis velg menjadi panas yang bisa menyebabkan ban dalam mudah bocor, meleleh atau sobek.

Untuk itu mengapa pada kendaraan-kendaraan besar seperti truck memerlukan sliwer, fungsinya adalah untuk melindungi ban dalam agar tidak bergesekan atau bersentuhan dan terkena panas dari velg secara langsung saat melakukan perjalanan.

Selain itu sliwer bisa juga digunakan pada kendaraan kecil seperti L-300, Colt, atau minibus lainnya yang menggunakan velg kaleng. Perlu anda ketahui bahwa velg kaleng lama kelamaan akan menjadi berkarat terutama pada bagian dalamnya.

Jika hal ini dibiarkan saja karat tersebut akan mengenai dan melukai ban dalam, sehingga otomatis akan membuat ban dalam bocor. Karat pada pelek susah sekali dihilangkan, meskipun sudah dibersihkan atau dicat kembali tetap saja tidak sampai lama akan berkarat lagi.

Untuk mengatasinya adalah dengan memberikan sliwer pada velg yang berkarat, agar ban dalam menjadi lebi awet karena tidak terkena karat yang berasal dari pelek secara langsung.

Karena karat yang berasal dari pelek akan mengenai sliwer atau selendang bannya terlebih dahulu. Apabila karat sudah menembus sliwer, artinya sliwer tersebut harus diganti dengan sliwer yang baru atau masih utuh.

Nah sudah tahu kan sekarang, bahwa bekas ban dalam sepeda motor ternyata bisa dimanfaatkan dan diolah menjadi barang yang lebih bermanfaat dan tentu saja memiliki nilai jual. Kerena sliwer dari ban dalam bekas sepeda motor banyak digunakan dan lebih disukai oleh para pengguna kendaraan besar.

Memang sich ada juga selendang ban atau sliwer buatan pabrik khusus untuk kendaraan besar atau truck, tapi para pengguna kendaraan besar lebih suka menggunakan sliwer atau selendang ban yang terbuat dari ban dalam bekas sepeda motor. Alasanya karena sliwer yang terbuat dari ban dalam bekas sepeda motor, tidak mudah pecah, awet dan tahan lama.

Berbeda dengan sliwer buatan pabrik, yang mana sliwer tersebut mudah sekali pecah dan rusak, sehingga bisa menyebabkan ban dalam bocor karena sliwer yang pecah akan mengenai atau menjepit ban dalamnya.

Selain mudah pecah dan tidak tahan lama, sliwer buatan pabrik harganya lebih mahal, jika sobat membeli sliwer buatan pabrik cuma dapat satu, dengan jumlah uang yang sama sobat bisa mendapatkan dua sliwer yang terbuat dari ban dalam bekas sepeda motor, jadi jelas lebih hemat.

Peluang Usaha Selendang Ban Dari Bekas Ban Dalam Sepada Motor

Saat ini peminat atau pengguna sliwer dari ban dalam bekas sepeda motor jumlahnya semakin banyak karena alasan-alasan diatas, sehingga secara otomatis menyebabkan kebutuhan atau permintaan konsumen akan sliwer dari ban dalam bekas sepeda motor jumlahnya juga meningkat.

Seperti yang dialami oleh teman saya seorang pembuat sliwer dari ban dalam bekas sepada motor. Dengan semakin meningkatnya permintaan akan sliwer dari ban dalam bekas sepeda motor, hal ini membuat teman saya  kewalahan untuk memenuhi permintaan tersebut.

Saya rasa bukan hanya di daerah tempat tinggal saya saja, tingginya permintaan akan sliwer dari ban dalam bekas sepeda motor, tapi hal tersebut mungkin juga terjadi diderah-daerah lain di indonesia.

Maka dari itu tidak ada salahnya jika sobat ingin mencoba memanfaatkan ban dalam bekas sepeda motor untuk diolah menjadi sliwer dan dijadikan sebagai usaha sampingan, karena memang peluang usaha ini bisa dikatakan cukup menjanjikan dan menguntungkan.

Selain itu untuk menjalankan usaha sampingan ini tidak membutuhkan modal besar karena bahan bisa dibeli dengan harga murah dan peralantan yang dugunakan sederhana.

Bahan utama untuk membuat sliwer adalah ban dalam bekas sepeda motor, yang bisa dapatkan pada tukang tambal ban di daerah sobat dengan cara membelinya, harganya pun sangat murah yaitu sekitar Rp 500 sampai Rp 1.000 saja.

Selain ban dalam bekas, bahan lain yang dibutuhkan adalah lem aibon terserah apa merknya. Sedangkan alat-alat yang diperlukan diantarannya adalah Gunting dan pelek bekas, fungsi dari pelek bekas untuk membantu dan mempermudah proses pengeleman, biar lebih rapi dan lemnya bisa merekat dengan kuat.

Setelah membuatnya, tentu sobat harus menentukan berapa harga jualnya, karena tujuan sobat membuat sliwer dari ban dalam bekas sepeda motor sebagai usaha sampingan, pastinya sobat mengharapkan keuntungan.

Maka dari itu dalam menentukan harga jual haruslah sobat bisa mendapatkan keuntungan alias tidak rugi. Jadi berapa harga jualnya...? Sebenarnya hal tersebut terserah sobat berapa ingin menjualnya, tapi biasanya untuk daerah saya harga antara Rp 10.000 sampai dengan Rp 15.000, masih lebih murah jika dibandingkan dengan sliwer buatan pabrik yang dijual dengan harga antara Rp 25.000 sampai Rp 30.000

Demikianlah pembahasan mengenai Manfaat Bekas Ban Dalam Sepeda Motor, yang dapat saya sampaikan. Harapan saya semoga informasi ini bisa berguna, bermanfaat dan dapat membantu sobat semuannya.


Postingan terkait:

2 Tanggapan untuk "Manfaat Bekas Ban Dalam Sepeda Motor,"

  1. wah benar sekali itu mas, kalo harus dibuang itu memang sngat disayangkan. dan lebih baik itu dimanfaatkan..
    saya juga kalau ada bekas ban dalam motor, daripada dibuang mending saya gunakan untuk sarapan ban dalam motor.. dan itu benar-benar terbukti akan mebuat ban motor menjadi lebih awet :D terimakasih mas atas infonya

    ReplyDelete
  2. Betul mas, apalagi kalo ban luarnya sudah mbabat atau luka, solusi mengatasinya adalah dengan memberikan alas atau sarap dari ban dalam bekas

    ReplyDelete